<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BogorEduCARE.org &#187; Fajar</title>
	<atom:link href="http://bogoreducare.org/author/fajar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bogoreducare.org</link>
	<description>100% Kuliah GRATIS</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 09:17:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>&#8221;Perlukah Pendidikan Berkarakter?&#8221;</title>
		<link>http://bogoreducare.org/2010/07/lagi-kasus-video-mirip-ariel-luna-maya-dan-cut-tari-perlukah-pendidikan-berkarakter/</link>
		<comments>http://bogoreducare.org/2010/07/lagi-kasus-video-mirip-ariel-luna-maya-dan-cut-tari-perlukah-pendidikan-berkarakter/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 06:37:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[budaya bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[budi pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bogoreducare.org/2010/07/lagi-kasus-video-mirip-ariel-luna-maya-dan-cut-tari-perlukah-pendidikan-berkarakter/</guid>
		<description><![CDATA[“Munculnya gagasan program pendidikan karakter dalam dunia pendidikan di Indonesia, bisa dimaklumi, sebab selama ini dirasakan, proses pendidikan ternyata belum berhasil membangun manusia Indonesia yang berkarakter. Bahkan, banyak yang menyebut, pendidikan telah gagal membangun karakter. Banyak lulusan sekolah dan sarjana yang piawai dalam menjawab soal ujian, berotak cerdas, tetapi mentalnya lemah, penakut, dan perilakunya tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p align="justify"><em><font size="3">“Munculnya gagasan program pendidikan karakter dalam dunia pendidikan di Indonesia, bisa dimaklumi, sebab selama ini dirasakan, proses pendidikan ternyata belum berhasil membangun manusia Indonesia yang berkarakter. Bahkan, banyak yang menyebut, pendidikan telah gagal membangun karakter. Banyak lulusan sekolah dan sarjana yang piawai dalam menjawab soal ujian, berotak cerdas, tetapi mentalnya lemah, penakut, dan perilakunya tidak terpuji.”</font></em></p>
</blockquote>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify"><a href="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/07/100_2035.jpg"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="100_2035" border="0" alt="100_2035" align="left" src="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/07/100_2035_thumb.jpg" width="158" height="209" /></a> Berita video yang mirip Ariel, Luna Maya dan Cut Tari begitu heboh. Saking hebohnya bisa mengalahkan pemberitaan kasus-kasus hukum yang lain (Century, Susno Duadji). Beritanya cepat sekali menyebar, dan pasti ada dampaknya, misalnya <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/2010/07/14/09133433/Pelaku.Video.Mesum.ABG.Rumpin.Dinikahkan" target="_blank">di Rumpin Bogor terjadi adegan video yang katanya meniru video mirip Ariel dkk tersebut</a>. Video itu berformat 3gp beredar di ponsel, pelakunya masih remaja (ABG). </p>
<p align="justify">Apakah yang terjadi dengan masyarakat bangsa ini, masyarakat yang katanya menjunjung tinggi budaya ketimuran, yang menghormati norma-norma kesopanan, kesusilaan. Apakah yang terjadi? Apakah sudah bergeser nilai-nilai kearifan lokal bangsa ini. Masyarakat sudah masa bodoh dengan lingkungan sekitar, hal-hal yang dulu dianggap tabu sudah menjadi sesuatu yang biasa dan dimaklumi. Dianggap sebagai urusan pribadi yang katanya hak asasi. Tidak malu jika melakukan sesuatu yang melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Apakah itu hanya wilayah pribadi yang orang lain tidak ada kepentingan dan bukan menjadi urusannya, <em>that not my business. hmm…</em></p>
<p> <span id="more-704"></span>
<p align="justify"><a href="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/07/100_2036.jpg"><img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="100_2036" border="0" alt="100_2036" align="left" src="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/07/100_2036_thumb.jpg" width="244" height="184" /></a> Informasi dari media tentang kasus-kasus asusila seperti video mesum seringnya terjadi pada remaja/anak muda. Berita itu hanya <a href="http://www.inilah.com/news/read/gaya-hidup/2009/06/30/121566/aborsi-di-indonesia-26-juta-pertahun/" target="_blank">sebagian kecil</a> yang terungkap, dari data yang diberitakan <a href="http://www.antaranews.com/view/?i=1234758374&amp;c=NAS&amp;s=" target="_blank">AntaraNews 30% Pelaku aborsi adalah remaja dari 2,3 juta tiap tahunnya.</a> Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja terjadi peningkatan berkisar 150.000 hingga 200.000 kasus setiap tahunnya. </p>
<p align="justify">Jika tidak ada perbaikan apakah yang akan terjadi pada bangsa ini, apakah keruskan moral ini akan terus berlanjut, apakah akan terjadi keruskan pada bangsa ini, karena pemuda sekarang adalah pemimpin di masa depan. Apakah memang ada yang sengaja merusak bangsa ini melalui pemudanya, supaya bangsa dengan potensi yang luar biasa ini menjadi lemah pemudanya, pemudanya menjadi layu sebelum berkembang.</p>
<p align="justify">Ketika mendampingi anak yatim dari <a href="http://yatim.tv" target="_blank">Pondok Yatim Menulis</a> ke Jakarta di Kementrian DIKNAS, saya tertarik dengan beberapa spanduk yang terpampang, saya pikir dari DIKNAS sendiri sudah menyadari memang pendidikan budi pekerti, karakter dan budaya bangsa ini harus ditingkatkan dan digalakkan lagi. Supaya bisa menjadi kebiasaan baik atau akhlak.</p>
<p align="justify"><em>“Bangkitlah bangsaku, harapan itu masih ada” </em></p>
<p align="justify"><a href="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/07/100_2034.jpg"><img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="100_2034" border="0" alt="100_2034" src="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/07/100_2034_thumb.jpg" width="244" height="184" /></a> </p>
<p align="justify">Berikut ini tulisan menarik tentang pendidikan karakter yang ditulis oleh pakarnya, selamat menikmati :</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify"><strong><font size="4">”Perlukah Pendidikan Berkarakter?”</font></strong></p>
<p align="justify">Oleh: Dr. Adian Husaini*</p>
<p align="justify">PEMERINTAH, melalui Kementerian Pendidikan Nasional sudah mencanangkan penerapan pendidikan karakter untuk semua tingkat pendidikan, dari SD-Perguruan Tinggi. Menurut Mendiknas, Prof. Muhammad Nuh, pembentukan karakter perlu dilakukan sejak usia dini. Jika karakter sudah terbentuk sejak usia dini, kata Mendiknas, maka tidak akan mudah untuk mengubah karakter seseorang. Ia juga berharap, pendidikan karakter dapat membangun kepribadian bangsa. Mendiknas mengungkapkan hal ini saat berbicara pada pertemuan Pimpinan Pascasarjana LPTK Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) se-Indonesia di Auditorium Universitas Negeri Medan (Unimed), Sabtu (15/4/2010).     <br />Munculnya gagasan program pendidikan karakter dalam dunia pendidikan di Indonesia, bisa dimaklumi, sebab selama ini dirasakan, proses pendidikan ternyata belum berhasil membangun manusia Indonesia yang berkarakter. Bahkan, banyak yang menyebut, pendidikan telah gagal membangun karakter. Banyak lulusan sekolah dan sarjana yang piawai dalam menjawab soal ujian, berotak cerdas, tetapi mentalnya lemah, penakut, dan perilakunya tidak terpuji.     <br />Bahkan, bisa dikatakan, dunia Pendidikan di Indonesia kini sedang memasuki masa-masa yang sangat pelik. Kucuran anggaran pendidikan yang sangat besar disertai berbagai program terobosan sepertinya belum mampu memecahkan persoalan mendasar dalam dunia pendidikan, yakni bagaimana mencetak alumni pendidikan yang unggul, yang beriman, bertaqwa, profesional, dan berkarakter.     <br />Dr. Ratna Megawangi, dalam bukunya, Semua Berakar Pada Karakter (Jakarta: Lembaga Penerbit FE-UI, 2007), mencontohkan, bagaimana kesuksesan Cina dalam menerapkan pendidikan karakter sejak awal tahun 1980-an. Menurutnya, pendidikan karakter adalah untuk mengukir akhlak melalui proses knowing the good, loving the good, and acting the good. Yakni, suatu proses pendidikan yang melibatkan aspek kognitif, emosi, dan fisik, sehingga akhlak mulia bisa terukir menjadi habit of the mind, heart, and hands.     <br />Dalam bukunya, Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Global, (2010), Doni Koesoema Albertus menulis, bahwa pendidikan karakter bertujuan membentuk setiap pribadi menjadi insan yang berkeutamaan. Dalam pendidikan karakter, yang terutama dinilai adalah perilaku, bukan pemahamannya. Doni membedakan pendidikan karakter dengan pendidikan moral atau pendidikan agama. Pendidikan agama dan kesadaran akan nilai-nilai religius menjadi motivator utama keberhasilan pendidikan karakter.     <br />Tetapi, Doni yang meraih sarjana teologi di Universitas Gregoriana Roma Italia, agama tidak dapat dipakai sebagai pedoman pengatur dalam kehidupan bersama dalam sebuah masyarakat yang plural. &quot;Di zaman modern yang sangat multikultural ini, nilai-nilai agama tetap penting dipertahankan, namun tidak dapat dipakai sebagai dasar kokoh bagi kehidupan bersama dalam masyarakat. Jika nilai agama ini tetap dipaksakan dalam konteks masyarakat yang plural, yang terjadi adalah penindasan oleh kultur yang kuat pada mereka yang lemah,&quot; tulisnya.     <br />Oleh karena itu, simpul Doni K. Albertus, meskipun pendidikan agama penting dalam membantu mengembangkan karakter individu, ia bukanlah fondasi yang efektif bagi suatu tata sosial yang stabil dalam masyarakat majemuk. Dalam konteks ini, nilai-nilai moral akan bersifat lebih operasional dibandingkan dengan nilai-nilai agama. Namun demikian, nilai-nilai moral, meskipun bisa menjadi dasar pembentuk perilaku, tidak lepas dari proses hermeneutis yang bersifat dinamis dan dialogis.     <br />Sebagai Muslim, kita tentu tidak sependapat dengan pandangan Doni K. Albertus semacam itu. Sebab, bagi Muslim, nilai-nilai Islam diyakini sebagai pembentuk karakter dan sekaligus bisa menjadi dasar nilai bagi masyarakat majemuk. Masyarakat Madinah yang dipimpin Nabi Muhamamd saw, berdasarkan kepada nilai-nilai Islam, baik bagi pribadi Muslim maupun bagi masyarakat plural. Tentu kita memahami pengalaman sejarah keagamaan yang berbeda antara Katolik dengan Islam.     <br />Namun, dalam soal pendidikan karakter bagi anak didik, berbagai agama bisa bertemu. Islam dan Kristen dan berbagai agama lain bisa bertemu dalam penghormatan terhadap nilai-nilai keutamaan. Nilai kejujuran, kerja keras, sikap ksatria, tanggung jawab, semangat pengorbanan, dan komitmen pembelaan terhadap kaum lemah dan tertindas, bisa diakui sebagai nilai-nilai universal yang mulia. Bisa jadi, masing-masing pemeluk agama mendasarkan pendidikan karakter pada nilai agamanya masing-masing.     <br />Terlepas dari perdebatan konsep-konsep pendidikan karakter, bangsa Indonesia memang memerlukan model pendidikan semacam ini. Sejumlah negara sudah mencobanya. Indonesia bukan tidak pernah mencoba menerapkan pendidikan semacam ini. Tetapi, pengalaman menunjukkan, berbagai program pendidikan dan pengajaran – seperti pelajaran Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewargaan Negara (PPKN), Pendidikan Moral Pancasila (PMP), Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), – belum mencapai hasil optimal, karena pemaksaan konsep yang sekularistik dan kurang seriusnya aspek pengalaman. Dan lebih penting, tidak ada contoh dalam program itu! Padahal, program pendidikan karakter, sangat memerlukan contoh dan keteladanan. Kalau hanya slogan dan ’omongan’, orang Indonesia dikenal jagonya!     <br />Harap maklum, konon, orang Indonesia dikenal piawai dalam menyiasati kebijakan dan peraturan. Ide UAN, mungkin bagus! Tapi, di lapangan, banyak yang bisa menyiasati bagaimana siswanya lulus semua. Sebab, itu tuntutan pejabat dan orangtua. Guru tidak berdaya. Kebijakan sertifikasi guru, bagus! Tapi, karena mental materialis dan malas sudah bercokol, kebijakan itu memunculkan tradisi berburu sertifikat, bukan berburu ilmu! Bukan tidak mungkin, gagasan Pendidikan Karakter ini nantinya juga menyuburkan bangku-bangku seminar demi meraih sertifikat pendidikan karakter, untuk meraih posisi dan jabatan tertentu.     <br />*****     <br />Mohammad Natsir, salah satu Pahlawan Nasional, tampaknya percaya betul dengan ungkapan Dr. G.J. Nieuwenhuis: ”Suatu bangsa tidak akan maju, sebelum ada di antara bangsa itu segolongan guru yang suka berkorban untuk keperluan bangsanya.”     <br />Menurut rumus ini, dua kata kunci kemajuan bangsa adalah “guru” dan “pengorbanan”. Maka, awal kebangkitan bangsa harus dimulai dengan mencetak “guru-guru yang suka berkorban”. Guru yang dimaksud Natsir bukan sekedar “guru pengajar dalam kelas formal”. Guru adalah para pemimpin, orangtua, dan juga pendidik. Guru adalah teladan. “Guru” adalah “digugu” (didengar) dan “ditiru” (dicontoh). Guru bukan sekedar terampil mengajar bagaimana menjawab soal Ujian Nasional, tetapi diri dan hidupnya harus menjadi contoh bagi murid-muridnya.     <br />Mohammad Natsir adalah contoh guru sejati, meski tidak pernah mengenyam pendidikan di fakultas keguruan dan pendidikan. Hidupnya dipenuhi dengan idealisme tinggi memajukan dunia pendidikan dan bangsanya. Setamat AMS (Algemene Middelbare School) di Bandung, dia memilih terjun langsung ke dalam perjuangan dan pendidikan. Ia dirikan Pendis (Pendidikan Islam) di Bandung. Di sini, Natsir memimpin, mengajar, mencari guru dan dana. Terkadang, ia keliling ke sejumlah kota mencari dana untuk keberlangsungan pendidikannya. Kadangkala, perhiasan istrinya pun digadaikan untuk menutup uang kontrak tempat sekolahnya.     <br />Disamping itu, Natsir juga melakukan terobosan dengan memberikan pelajaran agama kepada murid-murid HIS, MULO, dan Kweekschool (Sekolah Guru). Ia mulai mengajar agama dalam bahasa Belanda. Kumpulan naskah pengajarannya kemudian dibukukan atas permintaan Sukarno saat dibuang ke Endeh, dan diberi judul Komt tot Gebeid (Marilah Shalat).     <br />Kisah Natsir dan sederet guru bangsa lain sangat penting untuk diajarkan di sekolah-sekolah dengan tepat dan benar. Natsir adalah contoh guru yang berkarakter dan bekerja keras untuk kemajuan bangsanya. Ia adalah orang yang sangat haus ilmu. Cita-citanya bukan untuk meraih ilmu kemudian untuk mengeruk keuntungan materi dengan ilmunya. Tapi, dia sangat haus ilmu, lalu mengamalkannya demi kemajuan masyarakatnya.     <br />*****     <br />Pada 17 Agustus 1951, hanya 6 tahun setelah kemerdekaan RI, M. Natsir melalui sebuah artikelnya yang berjudul “Jangan Berhenti Tangan Mendayung, Nanti Arus Membawa Hanyut”, Natsir mengingatkan bahaya besar yang dihadapi bangsa Indonesia, yaitu mulai memudarnya semangat pengorbanan. Melalui artikelnya ini, Natsir menggambarkan betapa jauhnya kondisi manusia Indonesia pasca kemerdekaan dengan pra-kemerdekaan. Sebelum kemerdekaan, kata Natsir, bangsa Indonesia sangat mencintai pengorbanan. Hanya enam tahun sesudah kemerdekaan, segalanya mulai berubah. Natsir menulis:     <br />“Dahulu, mereka girang gembira, sekalipun hartanya habis, rumahnya terbakar, dan anaknya tewas di medan pertempuran, kini mereka muram dan kecewa sekalipun telah hidup dalam satu negara yang merdeka, yang mereka inginkan dan cita-citakan sejak berpuluh dan beratus tahun yang lampau… Semua orang menghitung pengorbanannya, dan minta dihargai…Sekarang timbul penyakit bakhil. Bakhil keringat, bakhil waktu dan merajalela sifat serakah… Tak ada semangat dan keinginan untuk memperbaikinya. Orang sudah mencari untuk dirinya sendiri, bukan mencari cita-cita yang diluar dirinya&#8230;”     <br />Peringatan Natsir hampir 60 tahun lalu itu perlu dicermati oleh para elite bangsa, khususnya para pejabat dan para pendidik. Jika ingin bangsa Indonesia menjadi bangsa besar yang disegani di dunia, wujudkanlah guru-guru yang mencintai pengorbanan dan bisa menjadi teladan bagi bangsanya. Beberapa tahun menjelang wafatnya, Natsir juga menitipkan pesan kepada sejumlah cendekiawan yang mewawancarainya, ”Salah satu penyakit bangsa Indonesia, termasuk umat Islamnya, adalah berlebih-lebihan dalam mencintai dunia.” Lebih jauh, kata Natsir:     <br />”Di negara kita, penyakit cinta dunia yang berlebihan itu merupakan gejala yang ”baru”, tidak kita jumpai pada masa revolusi, dan bahkan pada masa Orde Lama (kecuali pada sebagian kecil elite masyarakat). Tetapi, gejala yang ”baru” ini, akhir-akhir ini terasa amat pesat perkembangannya, sehingga sudah menjadi wabah dalam masyarakat. Jika gejala ini dibiarkan berkembang terus, maka bukan saja umat Islam akan dapat mengalami kejadian yang menimpa Islam di Spanyol, tetapi bagi bangsa kita pada umumnya akan menghadapi persoalan sosial yang cukup serius.”     <br />*****     <br />Seorang dosen fakultas kedokteran pernah menyampaikan keprihatinan kepada saya. Berdasarkan survei, separoh lebih mahasiswa kedokteran di kampusnya mengaku, masuk fakultas kedokteran untuk mengejar materi. Menjadi dokter adalah baik. Menjadi ekonom, ahli teknik, dan berbagai profesi lain, memang baik. Tetapi, jika tujuannya adalah untuk mengeruk kekayaan, maka dia akan melihat biaya kuliah yang dia keluarkan sebagai investasi yang harus kembali jika dia lulus kuliah. Ia kuliah bukan karena mencintai ilmu dan pekerjaannya, tetapi karena berburu uang!     <br />Kini, sebagaimana dikatakan Natsir, yang dibutuhkan bangsa ini adalah “guru-guru sejati” yang cinta berkorban untuk bangsanya. Bagaimana murid akan berkarakter; jika setiap hari dia melihat pejabat mengumbar kata-kata, tanpa amal nyata. Bagaimana anak didik akan mencintai gurunya, sedangkan mata kepala mereka menonton guru dan sekolahnya materialis, mengeruk keuntungan sebesar-besarnya melalui lembaga pendidikan.     <br />Pendidikan karakter adalah perkara besar. Ini masalah bangsa yang sangat serius. Bukan urusan Kementerian Pendidikan semata. Presiden, menteri, anggota DPR, dan para pejabat lainnya harus memberi teladan. Jangan minta rakyat hidup sederhana, hemat BBM, tapi rakyat dan anak didik dengan jelas melihat, para pejabat sama sekali tidak hidup sederhana dan mobil-mobil mereka – yang dibiayai oleh rakyat – adalah mobil impor dan sama sekali tidak hemat.     <br />Pada skala mikro, pendidikan karakter ini harus dimulai dari sekolah, pesantren, rumah tangga, juga Kantor Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Dari atas sampai ke bawah, dan sebaliknya. Sebab, guru, murid, dan juga rakyat sudah terlalu sering melihat berbagai paradoks. Banyak pejabat dan tokoh agama bicara tentang taqwa; berkhutbah bahwa yang paling mulia diantara kamu adalah yang taqwa. Tapi, faktanya, saat menikahkan anaknya, yang diberi hak istimewa dan dipandang mulia adalah pejabat dan yang berharta. Rakyat kecil dan orang biasa dibiarkan berdiri berjam-jam mengantri untuk bersalaman.     <br />Kalau para tokoh agama, dosen, guru, pejabat, lebih mencintai dunia dan jabatan, ketimbang ilmu, serta tidak sejalan antara kata dan perbuatan, maka percayalah, Pendidikan Karakter yang diprogramkan Kementerian Pendidikan hanya akan berujung slogan! </p>
<p align="justify">[Depok, Juni 2010/hidayatullah.com] </p>
</p>
<div style="padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: none; padding-top: 0px" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:7b7052af-a79c-46e0-9022-69ddf7e9cfde" class="wlWriterEditableSmartContent">Technorati Tags: <a href="http://technorati.com/tags/budi+pekerti" rel="tag">budi pekerti</a>,<a href="http://technorati.com/tags/pendidikan" rel="tag">pendidikan</a>,<a href="http://technorati.com/tags/dunia+pendidikan" rel="tag">dunia pendidikan</a>,<a href="http://technorati.com/tags/karakter+bangsa" rel="tag">karakter bangsa</a>,<a href="http://technorati.com/tags/budaya+bangsa" rel="tag">budaya bangsa</a>,<a href="http://technorati.com/tags/budaya" rel="tag">budaya</a>,<a href="http://technorati.com/tags/video+ariel+luna+maya+cut+tari" rel="tag">video ariel luna maya cut tari</a>,<a href="http://technorati.com/tags/video+3gp" rel="tag">video 3gp</a>,<a href="http://technorati.com/tags/the+jek+ngesbray" rel="tag">the jek ngesbray</a>,<a href="http://technorati.com/tags/video+mesum" rel="tag">video mesum</a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bogoreducare.org/2010/07/lagi-kasus-video-mirip-ariel-luna-maya-dan-cut-tari-perlukah-pendidikan-berkarakter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>H.M. Jusuf Kalla di Bogor EduCARE (BEC)</title>
		<link>http://bogoreducare.org/2010/02/h-m-jusuf-kalla-di-bogor-educare-bec/</link>
		<comments>http://bogoreducare.org/2010/02/h-m-jusuf-kalla-di-bogor-educare-bec/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 13:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar BEC]]></category>
		<category><![CDATA[BEC]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bogoreducare.org/2010/02/h-m-jusuf-kalla-di-bogor-educare-bec/</guid>
		<description><![CDATA[Bogor EduCARE merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berusaha membantu kaum dhuafa lulusan SMA/Sederajat dalam membekali kehidupan dengan ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang didapatkan di SMA akan ditambahkan dan dimatangkan ketika di BEC. Tidak hanya dalam ilmu-ilmu profesi yang bermanfaat dalam mencari kebutuhan hidup saja tetapi juga ilmu-ilmu syar’i untuk bekal dalam menghadapi kehidupan. Bogor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8070.jpg"><img class="alignleft" style="display: inline; margin: 5px; border: 0pt none;" title="PICT8070" src="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8070_thumb.jpg" border="0" alt="PICT8070" width="244" height="184" align="left" /></a> <a href="http://bogoreducare.org/" target="_blank">Bogor EduCARE</a> merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berusaha membantu kaum dhuafa lulusan SMA/Sederajat dalam membekali kehidupan dengan ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang didapatkan di SMA akan ditambahkan dan dimatangkan ketika di BEC. Tidak hanya dalam ilmu-ilmu profesi yang bermanfaat dalam mencari kebutuhan hidup saja tetapi juga ilmu-ilmu syar’i untuk bekal dalam menghadapi kehidupan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://bogoreducare.org/" target="_blank">Bogor EduCARE</a> lembaga <a href="http://bogoreducare.org/" target="_blank">pendidikan/Kuliah GRATIS</a> yang membekali pengetahuan dan ketrampilan siap kerja kepada lulusannya. Sampai sekarang sudah 11 angkatan yang lulus, yang akan lulus tahun ini angkatan 12 (baru menyelesaikan Laporan Akhir), yang sedang belajar angkatan 13 dan akan menerima angkatan 14 pada tahun 2010 ini sebanyak 360 mahasiswa. Bogor EduCARE dibentuk oleh Yayasan Peduli Pendidikan Mandiri yang diketuai oleh Ir.H.Ahmad Kalla (AK), beliau adalah adik dari Ir.H.M.Jusuf Kalla biasa dipanggil JK (wakil presiden RI periode 2004-2009).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-528"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hari Rabu, 3 Februari 2010 Ir.H.M.Jusuf Kalla mengunjungi kampus hijau Bogor EduCARE yang beralamat di Jl.Cikiray RT.03/06 Ds.Sukaraja, Kab.Bogor Jawa Barat, sebelum pindah ke alamat baru Bogor EduCARE berlokasi di Jl.Panaragan Kidul No.18 Kota Bogor.</p>
<p style="text-align: justify;">Kunjungan beliau ke BEC setalah kunjungan ke RS PMI Bogor, beliau sekarang merupakan ketua Palang Merah Indonesia (PMI). Di kampus BEC beliau berkeliling melihat secara keseluruhan fasilitas kampus hijau BEC dan berbincang-bincang dengan pengurus BEC, juga memberikan <em>wejangan</em> dan berdialog dengan mahasiswa yang baru belajar sekarang. Pastinya dengan gaya dan senyum khasnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>SELAMAT DATANG DI KAMPUS HIJAU Bogor EduCARE PAK JK</strong>, SEMOGA KAMI BISA MENGIKUTI JEJAK LANGKAHMU MENGABDI DAN MEMBERI MANFAAT KEPADA BANGSA INI. DO’A KAMI SELALU MENYERTAI PAK JK, PAK AK DAN KELUARGA DAN SIAPAPUN YANG IKUT MEMBANTU KAMI DALAM MEMBEKALI HIDUP INI DENGAN ILMU-ILMU YANG BERMANFAAT.</p>
<p>web BEC : <a href="http://bogoreducare.org">http://bogoreducare.org</a></p>
<p>Group Facebook BEC : <a title="http://www.facebook.com/group.php?gid=278098978550#!/group.php?v=wall&amp;gid=278098978550" href="http://www.facebook.com/group.php?gid=278098978550#!/group.php?v=wall&amp;gid=278098978550">http://www.facebook.com/group.php?gid=278098978550#!/group.php?v=wall&amp;gid=278098978550</a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8039.jpg"><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto; border-width: 0px;" title="PICT8039" src="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8039_thumb.jpg" border="0" alt="PICT8039" width="244" height="184" /></a> <a href="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8043.jpg"><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto; border-width: 0px;" title="PICT8043" src="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8043_thumb.jpg" border="0" alt="PICT8043" width="244" height="184" /></a> <a href="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8044.jpg"><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto; border-width: 0px;" title="PICT8044" src="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8044_thumb.jpg" border="0" alt="PICT8044" width="244" height="184" /></a> <a href="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8045.jpg"><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto; border-width: 0px;" title="PICT8045" src="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8045_thumb.jpg" border="0" alt="PICT8045" width="244" height="184" /></a> <a href="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8047.jpg"><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto; border-width: 0px;" title="PICT8047" src="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8047_thumb.jpg" border="0" alt="PICT8047" width="244" height="184" /></a> <a href="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8049.jpg"><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto; border-width: 0px;" title="PICT8049" src="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8049_thumb.jpg" border="0" alt="PICT8049" width="244" height="184" /></a> <a href="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8050.jpg"><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto; border-width: 0px;" title="PICT8050" src="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8050_thumb.jpg" border="0" alt="PICT8050" width="244" height="184" /></a> <a href="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/Upload.jpg"><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto; border-width: 0px;" title="PICT8059" src="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8059_thumb.jpg" border="0" alt="PICT8059" width="244" height="184" /><img class="aligncenter" style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto; border-width: 0px;" title="PICT8065" src="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8065_thumb.jpg" border="0" alt="PICT8065" width="244" height="184" /><img class="size-medium wp-image-530  aligncenter" title="Upload" src="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/Upload-300x225.jpg" alt="" width="247" height="187" /></a></p>
<p><a href="http://bogoreducare.org/wp-content/uploads/2010/02/PICT8071.jpg"><br />
</a></p>
<div id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:1d35751e-2570-4487-a367-8f7704ae19b0" class="wlWriterEditableSmartContent" style="margin: 0px; display: inline; float: none; padding: 0px;">Technorati Tags: <a rel="tag" href="http://technorati.com/tags/KULiah+GRATIS">KULiah GRATIS</a>,<a rel="tag" href="http://technorati.com/tags/Beasiswa">Beasiswa</a>,<a rel="tag" href="http://technorati.com/tags/Bogor">Bogor</a>,<a rel="tag" href="http://technorati.com/tags/Jusuf+Kalla">Jusuf Kalla</a>,<a rel="tag" href="http://technorati.com/tags/pendidikan">pendidikan</a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bogoreducare.org/2010/02/h-m-jusuf-kalla-di-bogor-educare-bec/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadwal Masuk Angkatan 12</title>
		<link>http://bogoreducare.org/2009/01/jadwal-masuk-angkatan-12/</link>
		<comments>http://bogoreducare.org/2009/01/jadwal-masuk-angkatan-12/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 01:46:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akademik]]></category>
		<category><![CDATA[BEC]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor EduCARE]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bogoreducare.org/2009/01/jadwal-masuk-angkatan-12/</guid>
		<description><![CDATA[Diberitahukan kepada Angkatan 12 bahwa libur TIDAK diperpanjang dan masuk kembali Hari Senin, tanggal 12 Januari 2009. Terimakasih admin]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diberitahukan kepada Angkatan 12 bahwa libur <strong>TIDAK diperpanjang</strong> dan masuk kembali <strong><span style="color: red;">Hari Senin, tanggal 12 Januari 2009.</span></strong></p>
<p>Terimakasih</p>
<p>admin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bogoreducare.org/2009/01/jadwal-masuk-angkatan-12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebersamaan Angkatan 11</title>
		<link>http://bogoreducare.org/2009/01/kebersamaan-angkatan-11/</link>
		<comments>http://bogoreducare.org/2009/01/kebersamaan-angkatan-11/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 11:12:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[angkatan 11]]></category>
		<category><![CDATA[BEC]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor EduCARE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bogoreducare.org/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Akhir bulan DesemberÂ  2008 adalah waktu akhir dari angkatan 11 dalam melaksanakan program OJT (on the job training) atau PI (Parktek Industri). Dalam waktu ini memang aktifitas mereka sudah jarang ke kampus, kecuali untuk bimbingan membuat laporan PI. Di tengah kesibukan mengerjakan laporan PI mereka mengadakan acara kumpul bareng/silaturahim. Acara ini juga mengundang staf pengajar. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://suyamtofajar.files.wordpress.com/2009/01/pin11.jpg?w=160&amp;h=132" alt="PIN 11" width="160" height="132" align="right" /> Akhir bulan DesemberÂ  2008 adalah waktu akhir dari angkatan 11 dalam melaksanakan program OJT (<em>on the job training)</em> atau PI (Parktek Industri). Dalam waktu ini memang aktifitas mereka sudah jarang ke kampus, kecuali untuk bimbingan membuat laporan PI. Di tengah kesibukan mengerjakan laporan PI mereka mengadakan acara kumpul bareng/silaturahim. Acara ini juga mengundang staf pengajar. Mungkin mereka ingin sekedar bertemu teman-temanya yang beberapa bulan belum sempat ketemu atau sekedar <em>refreshing</em> di tengah kesibukanya membuat laporan PI yang harus dibuat dalam dua bahasa (bahasa Indonesia dan bahasa Inggris). Siapapun dia kalau yang namanya manusia pasti membutuhkan waktu untuk <em>refreshing</em>.</p>
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p style="text-align: justify;"><img src="http://suyamtofajar.files.wordpress.com/2009/01/pict1551.jpg?w=190&amp;h=142" alt="PICT1551" width="190" height="142" align="left" />Acara kumpul bareng ini dilaksanakan pada hari Kamis 25 Desember 2008 di Situ Gede (atau Situ CIFOR yaâ€¦) alamatnya di Kelurahan Situ Gede Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor. Proses berangkatanya ada yang berangkat awal untuk persiapan dan ada yang berangkat secara bersama-sama dengan membuat janji untuk bertemuÂ  di PGB (Pusat Grosir Bogor) di jalan Merdeka.</p>
<p><span id="more-261"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://suyamtofajar.files.wordpress.com/2009/01/pict1554.jpg?w=190&amp;h=141" alt="PICT1554" width="190" height="141" align="left" />Dengan perjalanan sekitar 30-40 menit melewati hutan-hutan kecil dan perumahan penduduk sampai juga di Situ Gede, turun dari angkot langsung bisa melihat pemandangan Situ, semilir angin sejuk menyambut kedatangan rombongan yang baru sampai. Jalan sebentar di tepi Situ menuju tempat dimana acara akan dilaksanakan. Acara akan dilaksanakan di antara pepohonan yang cukup rindang dan tinggi-tinggi.</p>
<p align="center"><img src="http://suyamtofajar.files.wordpress.com/2009/01/pict1373.jpg?w=190&amp;h=142" alt="PICT1373" width="190" height="142" align="left" /><img src="http://suyamtofajar.files.wordpress.com/2009/01/pict1379.jpg?w=190&amp;h=142" alt="PICT1379" width="190" height="142" /></p>
<p style="text-align: justify;">Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qurâ€™an dan terjemahanya. Kemudian materi sosialisasi tentang KALBEC (Koperasi Alumni BEC) oleh Mr. Ramlan Widiawan, salah satu hal yang disampaikan adalah mengenai gambaran kedepan KALBEC sebagai salah satu lembaga keuangan syariâ€™ah. Acara selanjutnya sebetulnya materi tentang motivasi di dunia kerja yang akan disampaikan oleh <a href="http://kampungantenan.blogspot.com/" target="_blank">Mr. Adi Purwanto</a>, tetapi beliaunya belum bisa hadir, katanya masih <em>on the way</em>. Karena <a href="http://kampungantenan.blogspot.com/" target="_blank">Mr Adi P</a> belum hadir maka acara ditukar untuk sosialisasi Ikatan Alumni Angkatan 11 BEC, dipimpin oleh Usep Solihin (ketua BEST angkatan 11).</p>
<p><img src="http://suyamtofajar.files.wordpress.com/2009/01/pict1414.jpg?w=225&amp;h=168" alt="PICT1414" width="225" height="168" align="left" /></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah <a href="http://kampungantenan.blogspot.com/" target="_blank">Mr Adi P</a> datang, materi motivasi dimulai, materi motivasi yang disampaikan <a href="http://kampungantenan.blogspot.com/" target="_blank">Mr. Adi</a> sangat menarik, yaitu tentang â€œRantai Gajahâ€ (RG) dan â€œKotak Korek Apiâ€ (KKA). â€œRantai Gajahâ€ dan â€œKotak Korek Apiâ€ adalah gambaran â€œbelengguâ€ yang hadir di pikiran kita. Bagaimana â€œRGâ€ dan â€œKKAâ€ itu sudah terâ€™<em>minded</em>â€™ di dalam pikiran karena terbentuk dari pengalaman hidup, lingkungan keluarga, pergaulan atau lingkungan kerja. Untuk memperdalam materi ini ada pertanyaan-pertanyaan dari beberapa siswa. Menjelang jam istirahat diadakan <em>game</em>. Setelah istirahat yang diisi sholat Dzuhur dan makan siang dilanjutkan materi tentang silaturahim dan muhasabah bersama <a href="http://ikhwahonline.blogpsot.com/" target="_blank">Mr.Angga</a>. Pada sesi ini sempat diwarnai turunya berkah dari langit, hujan. Acara ditutup dengan doâ€™a.</p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://suyamtofajar.files.wordpress.com/2009/01/pict1418.jpg?w=190&amp;h=142" alt="PICT1418" width="190" height="142" align="left" />Manusia yang makhluk sosial mempunyai kehidupan yang tidak lepas dari interaksi dengan lingkungan sosial dan individu yang lain. Salah satu bentuk interaksi dalam lingkungan sosial adalah â€™silaturahimâ€™. Silaturahim adalah kata majemuk yang terambil dari kata â€™<em>shilat</em>â€™ dan â€˜<em>rahimâ€™</em>. Kata <em>shilat</em> berakar dari kata yang berarti â€œmenyambungâ€, dan â€œmenghimpunâ€. Ini berarti bahwa hanya yang putus dan yang berseraklah yang dituju oleh kata <em>shilat</em>. Sedangkan kata <em>rahim</em> berarti â€œkasih sayangâ€, jadi hubungan siaturahim adalah hubungan kasih sayang. Rahim juga digunakan dalam istilah â€œperanakanâ€ (kandungan), karena anak yang dikandung selalu mendapatkan curahan kasih sayang, tempat dimana bayi tumbuh dan berkembang sebelum ia terlahir ke dunia. Rahim menjaga supaya bayi itu tumbuh dengan baik, aman dan nyaman. Oleh karena itu dengan silaturahim adalah proses untuk saling menjaga dan melindungi, dengan silaturahim harus menjadikan lingkungan menjadi aman dan nyaman. <em>wallohuâ€™alam bisshowab.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Selain staf pengajar pengisi acara, turut hadir <a href="http://mirsyah.wordpress.com/2008/09/26/m-i-m-p-i/#comment-28" target="_blank">Mom Mirsya</a> dan keluarga, <a href="http://suyamtofajar.wordpress.com" target="_blank">Mr. Fajar</a>, Miss Yuli, <a href="http://chusya.wordpress.com/" target="_blank">Miss Chusy</a>.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 200px"><img src="http://suyamtofajar.files.wordpress.com/2009/01/pict1522.jpg?w=190&amp;h=142" alt="PICT1522" width="190" height="142" align="left" /><p class="wp-caption-text">Ketika Hujan Turun</p></div>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 200px"><img src="http://suyamtofajar.files.wordpress.com/2009/01/pict1395.jpg?w=190&amp;h=141" alt="PICT1395" width="190" height="141" align="left" /><p class="wp-caption-text">Sosialisasi KALBEC oleh Mr Ramlan</p></div>
<p><span style="color: blue;"><strong>Salam kebersamaan untuk angkatan 11 Bogor EduCARE. (<a href="http://eleventhbec.wordpress.com/" target="_blank">klik Blog</a> )</strong></span></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><img src="http://suyamtofajar.files.wordpress.com/2009/01/pict1546.jpg?w=225&amp;h=171" alt="PICT1546" width="225" height="171" align="left" /><p class="wp-caption-text">Foto Bersama</p></div>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 235px"><img style="border: 0pt none; width: 225px; height: 170px; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" src="http://suyamtofajar.files.wordpress.com/2009/01/pict1542.jpg?w=225&amp;h=170" border="0" alt="PICT1542" hspace="0" width="225" height="170" align="right" /><p class="wp-caption-text">Foto Bersama</p></div>
<p><img style="width: 225px; height: 170px;" src="http://suyamtofajar.files.wordpress.com/2009/01/pict1432.jpg?w=225&amp;h=170" border="0" alt="PICT1432" hspace="0" width="225" height="170" align="right" /></p>
<p><img src="http://suyamtofajar.files.wordpress.com/2009/01/pict1375.jpg?w=225&amp;h=170" alt="PICT1375" width="225" height="170" align="left" /></p>
<p><img src="http://suyamtofajar.files.wordpress.com/2009/01/pict1440.jpg?w=235&amp;h=178" border="0" alt="PICT1440" hspace="0" width="225" height="170" align="right" /></p>
<p><img src="http://suyamtofajar.files.wordpress.com/2009/01/pict1549.jpg?w=225&amp;h=170" alt="PICT1549" width="225" height="170" align="left" /></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Nabi saw. Bersabda: <em>â€œTidak bersilaturahim (namanya) orang yang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi (yang dinamakan bersilaturahim adalah) yang menyambung apa yang putusâ€</em> (Hadis Riwayat Bukhari).</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bogoreducare.org/2009/01/kebersamaan-angkatan-11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
