BEC Itu Bukan Lembaga Pendidikan

keluarga bec

Satu keluarga satu rasa. Jengkol untuk semua. ;D

Bagaimanapun juga BEC buat alumninya tidak bisa dilupakan begitu saja. Ada momen-momen yang memberikan kenangan tak terlupakan bagi mereka, manis maupun pahit. Kenangan tersebut, saya yakin, akan mereka bawa kemanapun mereka pergi. BEC dan semua peristiwa yang terjadi di dalamnya telah menjadi sebuah episode dari kehidupan mereka. Dan akan dibawa sampai mati. Pasti itu!

Ketika sebuah grup Facebook alumni BEC dibuat, banyak alumnus dengan segera menjadi anggotanya. Ada ratusan yang terdaftar dan saya yakin masih ratusan lagi di luar sana yang belum atau belum sempat mendaftar karena suatu sebab. Inilah kekuatan media sosial di era internet saat ini. Ribuan jarak secara geografis sudah tidak lagi menjadi kendala untuk terus berinteraksi. Tidak salah jika kita mengucapkan terima kasih kepada media sosial semacam Facebook yang telah menjadi jembatan silaturahim bagi penduduk dunia ini termasuk ‘rakyat’ BEC.

Maanfaat yang dipetik dari grup tersebut bukan hanya sebagai penyambung tali silaturahim yang otomatis akan menjadikan rasa kekeluargaan dan senasib sepenanggungan semakin mengkristal. Dari grup itu kita juga dapat mengetahui apa yang ada dalam hati dan pikiran seluruh anggotanya. Betulkah? Jelas! Salah satunya adalah ungkapkan hati tentang kesan yang didapat selama berada di BEC sampai mereka lulus dan menjalani kehidupan mereka masing-masing saat ini. Mata saya berkaca-kaca ketika mengetahui bahwa BEC telah menjadikan mereka seperti yang mereka tuliskan dalam grup yang ada di Facebook. Jika anda bukan anggota grup, saya akan tuliskan untuk anda setelah ini. Bila anda alumni BEC baik yang sampai selesai maupun ‘selesai dipercepat’ segeralah bergabung dengan grup tersebut agar keluarga kita semakin ramai dan meriah serta anda bisa menuliskan kesan dan pesan anda di sana. Bagi sebuah keluarga, sebenarnya, tidak ada bedanya antara yang ‘lulus dipercepat’ atau lulus biasa.

Inilah beberapa episode hidup yang terkait dengan BEC yang mereka tuliskan. Dari situ kita tahu bahwa BEC itu bukan sebuah lembaga pendidikan tetapi sebuah keluarga besar yang anggotanya saling mencintai dan menyayangi. Tulisan di bawah ini saya ambil dari grup Facebook alumni BEC seperti apa adanya, tanpa ditambahi atau dikurangi.

Hayatuddin Al Qassam
di BEC saya belajar semangat berbagi -tanyakan pada siapapun yang pernah makan BESAR di balkon (bec lama, -red.)

di BEC saya belajar arti persahabatan -tanyakan pada siapapun yang menangis pada pembagian KHS cawu 2 (angk. 10, -red.)

di BEC saya belajar arti mempertahankan hidup karena jauh dari orang tua -tanyakan sama anak2 Kojaw. Kang Shiddiq, Encu dkk.

di BEC saya belajar tentang bagaimana managemen waktu -tanyakan pada semua lulusan BEC yang pernah menginap di warnet/ rental untuk mengerjakan tugas.

di BEC saya belajar tentang arti kekeluargaan -tanyakan pada kakak angkatan kami, angk. 11.

di BEC saya belajar tentang arti berbagi perhatian dan kasih sayang -tanyakan pada Mam Chamirsyah, Miss Khusnul, Mam Linda, Miss Mita dan semua dosen BEC

di BEC saya belajar berbagi semangat -tanyakan pada semua lulusan BEC yang teman sekelasnya ‘terpaksa lulus lebih cepat’

di BEC saya belajar bagaimana menjadi diri sendiri, dan jadi PEMENANG -tanyakan pada Dosen Attitude/ Bimb. Karir Anda.

di BEC saya belajar dating dan pulang tepat waktu –tanyakan pada lulusan BEC yang mendapatkan reward di akhir cawu karena tidak pernah terlambat dan lupa check lock (tulisannya bener gak ya??)

*tentunya hal-hal di atas belum mampu menggambarkan semua yang saya dapatkan dari BEC. silahkan jika ada yang ingin menambahkan lagi…

Tyas Yulia Paraswati
menemukan jati diri yang sesungguhnya di BEC, merasa dianggap jadi manusia sepenuhnya di kehidupan sehari-hari, terutama di dunia kerja…dianggap orang yang multi talent juga…semua itu karena ilmu yang didapat dari BEC…

Omanta Alexander
saya orang terakhir dari angk. 11 yang masuk BEC dengan nilai tes masuk paling rendah (Itu yang saya ingat) tapi motivasi dari dosen membuat saya mampu bertahan di BEC. saya masih ingat ketika masuk saya anak cadangan tapi Allah SWT berkehendak lain, saya diterima, jadi mahasiswa, ketua CIBEC saat itu, pernah ikut jadi Dai sehari (hehehehe juara 2), termasuk anak paling usil (Mungkin, seingat saya sih gitu) dan kini sudah lulus dan sekarang bekerja pada bagian penjualan di perusahaan swasta di Jakarta. BEC saya rindu dengan swasana kekeluargaan yang penuh keharmonisan, saling membantu, saling berbagi dan saling menerima satu dengan yang lainnya (Tiada perbedaan status). I like it.

Rizal Dzifa Al-Salam
Bec tak kan tergantikan!

Sugeng Nurpambudi
Dari awal sampe akhir menyenangkan…pelajaranny​ a tidak membosankan…saya sampe ga sadar…tahu2 udah setahun lebih saya belajar di BEC…dan tanpa disadari pula saya belajar banyak di sana…bhasa inggris, komputer, atitude dsb….

Adi Purwanto,
http://wongkamfung.boogoor.com

14 Comments

Add a Comment

Pendaftaran Angkatan Ke-20 Sudah DibukaCEK DISINI!